infobekasi.co.id – Para tukang bubur bersepeda motor dari Kampung Buwek, Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, sudah siap menjajakan dagangannya ke beberapa daerah di Jakarta pada Hari Lebaran Kedua.
Para pedagang mengaku telah mempersiapkan stok sejak jauh hari, terutama untuk bahan utama, yaitu daging ayam. “Ayam sudah nyetok dari dua hari sebelum Lebaran,” ujar Madi, salah satu pedagang bubur yang ditemui infobekasi di warung pemasok kebutuhuan para pedagang bubur di Perempatan Uler, Mangunjaya, tambun, Minggu (22/3) pagi.
Ayam broiler yang digunakan sebagai toping bubur seharga Rp 180 ribu per ekor menjelang hari raya lebaran. Menurut Madi, alasan dirinya menyetok daging ayam sebelum lebaran untuk antisipasi kelangkaan ketersediaan ayam di pasar usai lebaran karena masih hari libur.
“Kalau tidak nyetok, habis Lebaran mereka belum tentu ada. Selain itu, ayam-nya sudah kepenuhan di kulkas jadi harus berjualan hari ini,” ungkap Madi.
Tempat perempatan Uler menjadi titik kumpul dan pusat pembelian perlengkapan berdagang bagi para pedagang bubur ayam lintas provinsi. Di sinilah mereka membeli berbagai kebutuhan seperti wadah styrofoam, plastik, kecap, arang, dan bumbu penyedap.
“Sekalian (belanja) untuk dagangan besok,” ucap Madi yang berjualan bubur keliling wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Pada pukul 05.30 pagi, baru ada empat pedagang bubur ayam yang siap berkeliling berjualan. Mereka bukan hanya dari Kampung Buwek saja, tetapi juga dari Kampung Pulo, Bekasi.
“Biasanya kalau masih Lebaran gini, jam sembilan juga udah habis,” timpal Aziz, yang juga berprofesi sebagai pedagang bubur ayam.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli